2
Sub-divisi Rangka Atap
2
Jenis Struktur Beton
4
Jenis Fondasi
6
Sub-bagian Bekisting/Pracetak

2.1 Pekerjaan Rangka Atap

2.1.1 Rangka Atap Baja Ringan (Canai Dingin)

KodeUraian PekerjaanSatuanStatus
2.1.1.1Pemasangan 1 m² Atap Pelana Rangka Atap Baja Ringan (Canai Dingin) profil C75Tetap
2.1.1.2Pemasangan 1 m² Atap Jurai/Limasan Rangka Atap Baja Ringan (Canai Dingin) Profil C75Tetap
2.1.1.3Pemasangan 1 m Kaso Baja Ringan C75 tebal 0,75 mmmTetap
2.1.1.4Pemasangan 1 m Reng Baja Ringan R.32 tebal 0,45 mmmTetap

2.1.2 Rangka Atap Kayu

KodeUraian PekerjaanSatuanStatus
2.1.2.1Pemasangan 1 m³ Konstruksi Kuda-kuda Konvensional, Kayu Kelas I, II dan III, Bentang s.d. 6 meterTetap
2.1.2.2Pemasangan 1 m³ Konstruksi Kuda-kuda Expose, Kayu Kelas ITetap
2.1.2.3Pemasangan 1 m³ Konstruksi Gordeng, Kayu kelas IITetap
2.1.2.4Pemasangan 1 m² Rangka Atap Genteng Keramik, Kayu kelas IITetap
2.1.2.5Pemasangan 1 m² Rangka Atap Genteng Beton, Kayu Kelas IITetap
2.1.2.6Pemasangan 1 m² Rangka Atap Sirap, Kayu Kelas IITetap

2.2 Pekerjaan Struktur Beton

2.2.1.1 Penulangan Beton

BjTP = Baja Tulangan Polos | BjTS = Baja Tulangan Sirip (Ulir) | <12 mm = diameter kecil | ≥12 mm = diameter besar
KodeUraian PekerjaanSatuanStatus
2.2.1.1.11 kg Penulangan slab untuk BjTP diameter <12 mm, cara Manual (bangunan gedung)kgTetap
2.2.1.1.1a1 kg Penulangan slab untuk BjTS diameter <12 mm, cara Manual (bangunan gedung)kgTetap
2.2.1.1.21 kg Penulangan slab untuk BjTP diameter ≥12 mm, cara Semi Mekanis (bangunan gedung)kgTetap
2.2.1.1.2a1 kg Penulangan slab untuk BjTS diameter ≥12 mm, cara Semi Mekanis (bangunan gedung)kgTetap
2.2.1.1.31 kg Penulangan kolom, balok, ring balk, dan sloof untuk BjTP diameter <12 mm, cara ManualkgAda Perubahan
2.2.1.1.3a1 kg Penulangan kolom, balok, ring balk, dan sloof untuk BjTS diameter <12 mm, cara ManualkgAda Perubahan

2.2.1.2 PVC Waterstop

KodeUraian PekerjaanSatuanStatus
2.2.1.2Pemasangan 1 m² PVC WaterstopTetap

2.2.1.5 Campuran Beton

KodeUraian PekerjaanSatuanStatus
2.2.1.5Campuran Beton Secara Semi Mekanis – berbagai kelas mutu beton (fc'10, fc'15, fc'20, fc'25, fc'30, dst.)Tetap
2.2.1.10Kolom/Balok PraktisTetap
2.2.1.11GroutingTetap

2.2.2 Struktur Bawah / Fondasi

KodeUraian PekerjaanSatuanStatus
2.2.2.1Fondasi Menerus Batu Belah – berbagai komposisi mortarTetap
2.2.2.2Fondasi Sumuran Beton SiklopTetap
2.2.2.4Fondasi Tiang Pancang – berbagai dimensi dan metodemTetap
2.2.2.5Concrete Sheet PilemTetap

Catatan Bekisting untuk Beton yang Berkontak dengan Tanah

KondisiKetinggianKeterangan
Berkontak langsung dengan tanahs.d. 1 m'Koefisien tenaga kerja lebih tinggi akibat keterbatasan ruang
Berkontak langsung dengan tanahs.d. 4 m'Memerlukan perancah tambahan
Tidak berkontak dengan tanahs.d. 1 m'Pekerjaan lebih mudah, koefisien lebih rendah
Tidak berkontak dengan tanahs.d. 4 m'Perancah diperhitungkan terpisah

2.4 Pekerjaan Bekisting dan Pracetak (Precast)

KodeUraian PekerjaanSatuanStatus
2.4.1Pembuatan Bekisting – Beton Pracetak Komponen ModularTetap
2.4.2Pemasangan dan Membuka CetakanTetap
2.4.3Penuangan/Menebar Beton ke dalam CetakanTetap
2.4.4Pemindahan Komponen PracetakbuahTetap
2.4.5.1Beton Pracetak Beserta Indeks KenaikanbuahTetap
2.4.5.2Komponen Pracetak Beserta Indeks Kenaikan LantaibuahTetap
2.4.5.7Upah 1 titik Joint dengan SlingtitikTetap
2.4.6Produksi Lahan (produksi di lapangan)Tetap
Bekisting Konvensional: Untuk bekisting plywood tebal 12 mm, balok kayu, dan dolken diperhitungkan dalam koefisien tersendiri (lihat contoh di Ketentuan Umum: 0,12705 lembar plywood per m², 0,00558 m³ balok, 0,65 batang dolken).
← Divisi 1 Divisi 3: Arsitektur →